Langsung ke konten utama

GO-LIBRARY


A. Sejarah GO-LIBRARY
Sebuah perusahaan tidak akan bisa berdiri secara instan tanpa ada orang atau dua orang yang mempeloporinya. Hal ini juga berlaku di perusahan start up Go-Library. PT Smart Library (Go-Library) didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 2018 oleh Afina Nuraini Nadhirah, S. Ikom. PT Smart Library (Go-Library) telah tumbuh serta diakui sebagai perusahaan terbesar dan terpercaya di Indonesia. Perusahaan ini sudah terkenal dan menjadi platform pilihan utama bagi masyarakat di regional Asia Tenggara.
Perusahaan berbasis online ini menawarkan perpustakaan berbasis online. Dengan ketenaran dan nama besar, perusahaan ini berhasil menggaet pengemudi atau driver sebanyak 5 juta di tahun 2018. Apalagi sejak adanya aplikasi Go-Library, calon pengguna dengan mudah menggunakan layanan ini untuk meminjam dan mencari jurnal yang ada di perpustakaan. Perusahaan ini didirikan berawal dari keresahan beliau saat melihat banyaknya masyarakat indonesia yang enggan ke perpustakaan untuk menambah ilmu ataupun menambah jurnal penelitian.
Kebanyakan dari mereka hanya mencari dari kolom internet agar praktis. Sedangkan membaca sangatlah penting untuk kita, agar tidak buta ilmu dan pengetahuan. Beliau berusaha untuk melahirkan sesuatu yang bisa membenahi sistem pendidikan yang ada. Maka muncullah ide untuk membuat sistem pendidikan yang mudah dan tidak ribet. Lalu Go-Library hadir sebagai salah satu penyedia jasa layanan aplikasi perpustakaan online. Tujuannya untuk melakukan perubahan atau revolusi di bidang pendidikan Indonesia.
Jadi, masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan buku/jurnal tanpa harus mencari ke perpustakaan. Cukup memakai kuota internet, buku atau jurnal yang dibutuhkan akan datang ke tempat tujuan.

B. Visi, Misi, dan Tujuan
Ø  VISI
untuk menjadi yang terdepan di Asia Tenggara dengan memecahkan permasalahan pendidikan di Indonesia dan memberikan kemudahan dalam menimba ilmu pada 620 juta orang di Asia Tenggara setiap harinya.
Ø  MISI
1.      Meningkatkan minat baca masyarakat.
2.      Mempermudah semua orang mendapatkan buku/jurnal yang diinginkan.
3.      Meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat.
4.      Ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
5.      Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen.
6.      Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
Ø  TUJUAN
Mampu melakukan perubahan atau revolusi di bidang pendidikan Indonesia.

C. Budaya Perusahaan
Guna mendukung Visi sebagai perusahaan yang terdepan di Asia Tenggara dengan memecahkan permasalahan pendidikan di Indonesia dan memberikan kemudahan dalam menimba ilmu pada 620 juta orang di Asia Tenggara setiap harinya, kami menanamkan Budaya Perusahaan SEA, yaitu :
1. Social impact
Go-Library mencoba memberikan layanan jasa yang baik untuk masyarakat luas atau konsumen Go-Library agar merasa aman dan nyaman.
2. Efficient and affective
Go-Library selalu melayani penumpang dengan pelayanan semaksimal mungkin dengan cara yang cepat, tepat, akurat dan keramahan.
3. Agile
Beradaptasi dan Bergerak dengan Cepat, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan juga tepat.

D. Menejemen Perusahaan





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Valencia Nathania, Seorang Influencer yang Insecure

  Sumber : Instagram Valencia Nathania Seorang influencer yang insecure ini mampu menghasilkan produk kosmetik sendiri. AFINA NURAINI, Bandung Wanita Indonesia terlahir memiliki kulit yang sawo matang dan kuning langsat, karena Indonesia memiliki iklim tropis. Namun terkadang masyarakat Indonesia mempunyai standard kecantikan ke arah Barat, seperti Amerika dan Korea. Hal tersebut disinyalir karena banyak masyarakat Indonesia yang menonton film luar dan sering melihat standard kecantikan mereka. Sejak saat itulah banyak yang beranggapan bahwa cantik itu harus putih. Akhirnya banyak sekali wanita yang berlomba-lomba ingin memiliki wajah yang putih, bersih dan glowing seperti orang Korea. Sampai-sampai mereka rela memakai produk kosmetik yang tidak jelas bahan-bahannya, yang penting klaimnya bisa bikin putih. Hal tersebutlah yang membuat Valen memutuskan memakai cream ber- steroid bertahun-tahun, sampai akhirnya reaksi negative itu muncul dan membuatnya tergerak untuk me...

Cita Rasa Rempah Harga Mahasiswa

Bandung, 28 Maret 2019 Seorang ibu berumur 40 tahun dengan 4 orang anak yaitu Bu Yani membuka usaha rumah makan rumahan yang diberi nama “Sambel Dadak Bu Yani”. Usaha ini telah ditekuninya sejak tahun 2014 dengan sasaran penjualan yaitu mahasiswa. Karena melihat kondisi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan sehari-harinya dan sudah pasti tidak ada waktu untuk memasak, maka Bu Yani menyediakan beberapa makanan yang murah dan sehat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Namun tidak hanya mahasiswa saja yang menjadi konsumen Bu Yani, ada juga dosen dan masyarakat setempat yang menjadi pelanggan setia Bu Yani. Disini Bu Yani menyajikan setiap makanannya secara mendadak. Kenapa ? karena dengan menyajikannya secara mendadak, makanan itu masih tetap fresh dan pastinya lezat. Seperti slogannya yaitu “Jagonya Masakan Dadakan”. Tak hanya makanannya saja yang dibuat mendadak, tetapi sambalnya pun dibuat secara dadakan saat dipesan, agar pembeli bisa memilih tingkat kepedasannya. Karena Bu Y...