Langsung ke konten utama

Cita Rasa Rempah Harga Mahasiswa

Bandung, 28 Maret 2019
Seorang ibu berumur 40 tahun dengan 4 orang anak yaitu Bu Yani membuka usaha rumah makan rumahan yang diberi nama “Sambel Dadak Bu Yani”. Usaha ini telah ditekuninya sejak tahun 2014 dengan sasaran penjualan yaitu mahasiswa. Karena melihat kondisi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan sehari-harinya dan sudah pasti tidak ada waktu untuk memasak, maka Bu Yani menyediakan beberapa makanan yang murah dan sehat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Namun tidak hanya mahasiswa saja yang menjadi konsumen Bu Yani, ada juga dosen dan masyarakat setempat yang menjadi pelanggan setia Bu Yani.
Disini Bu Yani menyajikan setiap makanannya secara mendadak. Kenapa ? karena dengan menyajikannya secara mendadak, makanan itu masih tetap fresh dan pastinya lezat. Seperti slogannya yaitu “Jagonya Masakan Dadakan”. Tak hanya makanannya saja yang dibuat mendadak, tetapi sambalnya pun dibuat secara dadakan saat dipesan, agar pembeli bisa memilih tingkat kepedasannya. Karena Bu Yani tahu setiap orang memiliki tingkat kepedasan yang berbeda-beda. Yang membedakan rumah makan Bu Yani dengan rumah makan lainnya yaitu terdapat di ayam rempahnya.
Jika di rumah makan lain ayam rempah itu dimasak hanya menggunakan kelapa dan rempah biasa, tetapi di rumah makan Bu Yani ayam rempahnya itu benar-benar menggunakan rempah asli tanpa campuran lain, serundengnya juga terbuat dari rempah bukan kelapa dan dimasaknya pun dengan cara di “ungkep” agar si rempahnya itu menyerap ke dalam daging. Dengan mengandalkan keramahan, melayani dengan suka hati, sabar, dan selalu memenuhi keinginan pembeli itulah yang membuat pelanggannya datang dari mana saja. Karena menurut Bu Yani walaupun tempatnya kecil tapi jika kita melayaninya dengan baik dan masakannya enak pelanggan pun pasti berdatangan.
Rumah makan Sambal Dadak Bu Yani berada di Jalan Tubagus Ismail Bawah No. 8 Bandung. Harga dari makanan pun terjangkau menyesuaikan kantong mahasiswa khususnya yaitu kisaran harga Rp. 1.000,- sampai Rp. 18.000,-. Menu yang ditawarkan ada Ayam (rempah/bakar), Ikan (goreng/bakar), Usus, Telor, Tahu, Tempe, dan pastinya sambal dadak. Terdapat 3 macam sambal yang disajikan yaitu jahe kecap, kencur, tomat, dan sambal bawang, tergantung konsumen memesan sambal apa. Bu Yani buka setiap hari, jam 10.00 s/d 20.00, namun Bu Yani juga melayani via online yaitu GOFOOD dan menerima pesanan untuk acara kantoran ataupun syukuran.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :
Bu Yani
081321203759
Jalan Tubagus Ismail Bawah No. 8 Bandung, Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Apa Dengan Gadget ?

Di era sekarang ini kita ketahui bahwa sekitar 99% makhluk bumi menggunakan gadget. Dari yang muda sampai yang tua. Padahal dulu jarang sekali ada yang memakai gadget, paling-paling kalau mereka ingin berkomunikasi harus ke wartel. Sekarang pun wartel udah punah oleh tergerusnya zaman, bahkan telefon rumah pun jarang ada yang punya saat ini. Mereka lebih memilih handphone canggih yang lebih hemat biaya. Selain bisa telefon dan sms yang tidak terlalu memakan biaya banyak karena sudah banyak promo-promo gratis ini itu, handphone pun bisa memberikan layanan pesan dan telefon secara gratis menggunakan aplikasi hanya bermodal jaringan internet.  Dengan kuota atau jaringan wifi kita sudah bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari sabang sampai merauke dan dari dalam atau luar negeri. Tapi kalian sadar ga sih ? semenjak aplikasi yg menyediakan layanan pesan dan telefon gratis sms dan telefon melalui pulsa pun jadi lumayan jarang. Jangan-jangan entar sms sama telefon mau punah juga ...

Valencia Nathania, Seorang Influencer yang Insecure

  Sumber : Instagram Valencia Nathania Seorang influencer yang insecure ini mampu menghasilkan produk kosmetik sendiri. AFINA NURAINI, Bandung Wanita Indonesia terlahir memiliki kulit yang sawo matang dan kuning langsat, karena Indonesia memiliki iklim tropis. Namun terkadang masyarakat Indonesia mempunyai standard kecantikan ke arah Barat, seperti Amerika dan Korea. Hal tersebut disinyalir karena banyak masyarakat Indonesia yang menonton film luar dan sering melihat standard kecantikan mereka. Sejak saat itulah banyak yang beranggapan bahwa cantik itu harus putih. Akhirnya banyak sekali wanita yang berlomba-lomba ingin memiliki wajah yang putih, bersih dan glowing seperti orang Korea. Sampai-sampai mereka rela memakai produk kosmetik yang tidak jelas bahan-bahannya, yang penting klaimnya bisa bikin putih. Hal tersebutlah yang membuat Valen memutuskan memakai cream ber- steroid bertahun-tahun, sampai akhirnya reaksi negative itu muncul dan membuatnya tergerak untuk me...

Perkenalan dulu yaaaa...

Hai viewers☺nama aku Afina Nuraini Nadhirah biasa dipanggil Apin. Lahir di cimahi, 25 desember 1997. Masih kuliah niyyy semester 3. Kenapa aku bikin blog ? untuk sharing aja sihh tentang pahit manisnya kehidupan, kita diskusiin bareng disini nih. Makanya aku judulin "All About Life" karna disini aku pengen banget sharing tentang kehidupan aku maupun orang-orang jaman sekarang. Aku buat blog ini pun untuk menghidupkan kembali bakat nulis aku yang udah dikubur dalem-dalem hehehehe...jangan lupa kasih kritik sama saran yaaa di kolom komentar yuk langsung aja liat postingan aku selanjutnya☺