Langsung ke konten utama

Ada Apa Dengan Gadget ?

Di era sekarang ini kita ketahui bahwa sekitar 99% makhluk bumi menggunakan gadget. Dari yang muda sampai yang tua. Padahal dulu jarang sekali ada yang memakai gadget, paling-paling kalau mereka ingin berkomunikasi harus ke wartel. Sekarang pun wartel udah punah oleh tergerusnya zaman, bahkan telefon rumah pun jarang ada yang punya saat ini. Mereka lebih memilih handphone canggih yang lebih hemat biaya. Selain bisa telefon dan sms yang tidak terlalu memakan biaya banyak karena sudah banyak promo-promo gratis ini itu, handphone pun bisa memberikan layanan pesan dan telefon secara gratis menggunakan aplikasi hanya bermodal jaringan internet. 
Dengan kuota atau jaringan wifi kita sudah bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari sabang sampai merauke dan dari dalam atau luar negeri. Tapi kalian sadar ga sih ? semenjak aplikasi yg menyediakan layanan pesan dan telefon gratis sms dan telefon melalui pulsa pun jadi lumayan jarang. Jangan-jangan entar sms sama telefon mau punah juga *YAELAH. Memang sihhh handphone ini kegunaannya banyak banget, bisa sampe dapetin duit (dari yang halal sampe yang haram), tapi jujur nih semenjak handphone dan aplikasi-aplikasi ini hadir orang semakin autisme terhadap gadget dan tentunya semakin individualis. 
Ga percaya ? liat tuh dijalanan, di mall, sampe dirumah pun orang-orang pada nunduk liat ke layar handphone, menyibukkan diri dengan hal yang ga penting (dari stalker mantan sampe scroll chat yang sebenernya tuh ga ada chat). Sampe mereka lupa sama orang yang ada di sekelilingnya, lupa sama temen/sahabat/pacar/keluarga yang ada di sebelahnya. Mereka jadi lebih mementingkan update pamer dia lagi dimana sama siapa kaya so bahagia gitu padahal NOTHING. Bahkan aku yakin mereka sama sekali ga ngobrol, ngobrol sihhh tapi paling cuma bentar terus balik lagi ke gadgetnya. Yaa semenjak ada gadget istilah "yang dekat jadi jauh, yang jauh jadi dekat" tuh berlaku.
Dan kasian sih anak kecil jaman sekarang kurang menikmati masa kecilnya, Bayangin aja lah sekarang anak kecil beda banget sama jamannya aku. Dulu mainannya masak-masakan, ibu-ibuan, bancakan dll. Lah sekarang ?! u know what i mean. Dan pasti kalian udah liat sendiri lah yaa diberbagai media. Miris ? yaiyalah...sekarang rakyat indonesia bisanya cuma nyinyir, bullying via comment, membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Kenapa sihhh kita gini banget? kenapa harus jadi rakyat micin ? katanya cinta indonesia, tapi kok gini ? meremehkan bakat orang (demian) ehhh pas udah diakuin negara lain pada ribut. Yang harusnya anak sd smp fokus belajar buat menata masa depan ini malah free sex. Yang harusnya anak tk taunya lagu balonku ini malah despasito tanpa tau arti. kalau kata orang sunda mah "ai kamu cageur?".


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GO-LIBRARY

A. Sejarah GO-LIBRARY Sebuah perusahaan tidak akan bisa berdiri secara instan tanpa ada orang atau dua orang yang mempeloporinya. Hal ini juga berlaku di perusahan start up Go-Library. PT Smart Library (Go-Library) didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 2018 oleh Afina Nuraini Nadhirah, S. Ikom. PT Smart Library (Go-Library) telah tumbuh serta diakui sebagai perusahaan terbesar dan terpercaya di Indonesia. Perusahaan ini sudah terkenal dan menjadi platform pilihan utama bagi masyarakat di regional Asia Tenggara. Perusahaan berbasis online ini menawarkan perpustakaan berbasis online. Dengan ketenaran dan nama besar, perusahaan ini berhasil menggaet pengemudi atau driver sebanyak 5 juta di tahun 2018. Apalagi sejak adanya aplikasi Go-Library, calon pengguna dengan mudah menggunakan layanan ini untuk meminjam dan mencari jurnal yang ada di perpustakaan. Perusahaan ini didirikan berawal dari keresahan beliau saat melihat banyaknya masyarakat indonesia yang enggan ke perpusta...

Valencia Nathania, Seorang Influencer yang Insecure

  Sumber : Instagram Valencia Nathania Seorang influencer yang insecure ini mampu menghasilkan produk kosmetik sendiri. AFINA NURAINI, Bandung Wanita Indonesia terlahir memiliki kulit yang sawo matang dan kuning langsat, karena Indonesia memiliki iklim tropis. Namun terkadang masyarakat Indonesia mempunyai standard kecantikan ke arah Barat, seperti Amerika dan Korea. Hal tersebut disinyalir karena banyak masyarakat Indonesia yang menonton film luar dan sering melihat standard kecantikan mereka. Sejak saat itulah banyak yang beranggapan bahwa cantik itu harus putih. Akhirnya banyak sekali wanita yang berlomba-lomba ingin memiliki wajah yang putih, bersih dan glowing seperti orang Korea. Sampai-sampai mereka rela memakai produk kosmetik yang tidak jelas bahan-bahannya, yang penting klaimnya bisa bikin putih. Hal tersebutlah yang membuat Valen memutuskan memakai cream ber- steroid bertahun-tahun, sampai akhirnya reaksi negative itu muncul dan membuatnya tergerak untuk me...

Cita Rasa Rempah Harga Mahasiswa

Bandung, 28 Maret 2019 Seorang ibu berumur 40 tahun dengan 4 orang anak yaitu Bu Yani membuka usaha rumah makan rumahan yang diberi nama “Sambel Dadak Bu Yani”. Usaha ini telah ditekuninya sejak tahun 2014 dengan sasaran penjualan yaitu mahasiswa. Karena melihat kondisi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan sehari-harinya dan sudah pasti tidak ada waktu untuk memasak, maka Bu Yani menyediakan beberapa makanan yang murah dan sehat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Namun tidak hanya mahasiswa saja yang menjadi konsumen Bu Yani, ada juga dosen dan masyarakat setempat yang menjadi pelanggan setia Bu Yani. Disini Bu Yani menyajikan setiap makanannya secara mendadak. Kenapa ? karena dengan menyajikannya secara mendadak, makanan itu masih tetap fresh dan pastinya lezat. Seperti slogannya yaitu “Jagonya Masakan Dadakan”. Tak hanya makanannya saja yang dibuat mendadak, tetapi sambalnya pun dibuat secara dadakan saat dipesan, agar pembeli bisa memilih tingkat kepedasannya. Karena Bu Y...