Langsung ke konten utama

Serba Serbi Pemilu 2019

Kamis, 17 April 2019 merupakan tanggal dimana masa depan negara Indonesia bergantung dari tangan kita. Ya, ini adalah hari dimana Pemilihan Umum (PEMILU) Presiden dan Legislatif dilaksanakan. Dari umur 17 tahun sampai lansia diwajibkan untuk menggunakan hak pilihnya (bagi yang memiliki KTP). Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang Golongan Putih (Golput) atau bisa dibilang golongan yang tidak memakai hak pilihnya, dengan alasan bingung mau pilih yang mana dan tidak peduli terhadap pemilu ini.
Didaerah kami banyak hal aneh dan unik disini, baik saat pemilu maupun sebelum pemilu. Satu hari sebelum pemilu tiba sudah berdatangan beberapa serangan fajar dari dua partai politik yang menjadi Calon Legislatif. Serangan fajar yang pertama datang dari partai yang memanfaatkan Pak RT untuk membagikan masing-masing dua kerudung dengan warna-warna yang berbeda kepada warga sekitar dan terselip brosur yang berisikan nama partai yang bersangkutan.
Tak hanya itu, Pak RT pun mempromosikan secara halus partai tersebut dengan tujuan agar kita memilih partai yang beliau maksud. Lalu, serangan fajar yang kedua datang dari partai yang berbeda. Partai ini melakukan serangan fajar dengan cara membagi-bagikan sembako dan uang tunai di dalam amplop kepada warga sekitar. Saat Pemilu tiba seluruh panitia/petugas diwajibkan memakai pakaian sunda atau pangsi dengan topi caak, itu merupakan tradisi komplek ini saat ada pemilu. Dengan tujuan ingin melestarikan budaya dan terlihat unik.


Tetapi sayangnya kelemahan di TPS ini adalah antriannya yang begitu lama sampai setiap warganya mengharuskan berbaris atau mengantri panjang ke belakang. Entah apa yang salah, yang menjadikan TPS ini kurang kondusif dan tidak nyaman. Lalu disini masih banyak ibu-ibu yang masih bingung akan memilih yang mana, maka dari itu terkadang mereka tergiur akan serangan fajar yang berdatangan. Dan dengan kebingungan itulah banyak orang yang menyarankan atau membujuk halus untuk memilih partai atau calon presiden pilihannya. Maka dari itu penting untuk kita menetapkan pilihan jauh-jauh hari agar tidak tergiur dan kena serangan fajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Valencia Nathania, Seorang Influencer yang Insecure

  Sumber : Instagram Valencia Nathania Seorang influencer yang insecure ini mampu menghasilkan produk kosmetik sendiri. AFINA NURAINI, Bandung Wanita Indonesia terlahir memiliki kulit yang sawo matang dan kuning langsat, karena Indonesia memiliki iklim tropis. Namun terkadang masyarakat Indonesia mempunyai standard kecantikan ke arah Barat, seperti Amerika dan Korea. Hal tersebut disinyalir karena banyak masyarakat Indonesia yang menonton film luar dan sering melihat standard kecantikan mereka. Sejak saat itulah banyak yang beranggapan bahwa cantik itu harus putih. Akhirnya banyak sekali wanita yang berlomba-lomba ingin memiliki wajah yang putih, bersih dan glowing seperti orang Korea. Sampai-sampai mereka rela memakai produk kosmetik yang tidak jelas bahan-bahannya, yang penting klaimnya bisa bikin putih. Hal tersebutlah yang membuat Valen memutuskan memakai cream ber- steroid bertahun-tahun, sampai akhirnya reaksi negative itu muncul dan membuatnya tergerak untuk me...

GO-LIBRARY

A. Sejarah GO-LIBRARY Sebuah perusahaan tidak akan bisa berdiri secara instan tanpa ada orang atau dua orang yang mempeloporinya. Hal ini juga berlaku di perusahan start up Go-Library. PT Smart Library (Go-Library) didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 2018 oleh Afina Nuraini Nadhirah, S. Ikom. PT Smart Library (Go-Library) telah tumbuh serta diakui sebagai perusahaan terbesar dan terpercaya di Indonesia. Perusahaan ini sudah terkenal dan menjadi platform pilihan utama bagi masyarakat di regional Asia Tenggara. Perusahaan berbasis online ini menawarkan perpustakaan berbasis online. Dengan ketenaran dan nama besar, perusahaan ini berhasil menggaet pengemudi atau driver sebanyak 5 juta di tahun 2018. Apalagi sejak adanya aplikasi Go-Library, calon pengguna dengan mudah menggunakan layanan ini untuk meminjam dan mencari jurnal yang ada di perpustakaan. Perusahaan ini didirikan berawal dari keresahan beliau saat melihat banyaknya masyarakat indonesia yang enggan ke perpusta...

Jejak Asa Pebriani Rizki Ali

Pebriani Rizki Ali adalah salah seorang wanita penggiat sekaligus ketua dari komunitas sosial yaitu Komunitas Karya Institute. Lahir di Sukabumi, 28 Februari 1992. Orang-orang disekitar biasa memanggilnya Pebri. Lulusan S1 Pendidikan IPS di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini sekarang bekerja sebagai Asisten Manager Halal Center Salman ITB. Alasan ia mengikuti Komunitas Karya Institute ini berawal dari ketertarikannya dengan dunia pendidikan dan ingin menyukseskan pendidikan Indonesia dengan membagi ilmunya ke anak-anak yang kurang mampu. Karena ia mempunyai motto hidup yaitu “Orang berakal adalah yang bermanfaat bagi masyarakat” . Ia pun pernah mendapatkan penghargaan sebagai “II besar dalam kegiatan penganugrahan organisasi pemuda se-Jabar Tahun 2018 oleh Dispora”. Karya Institute itu sendiri adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dengan tujuan ingin membantu anak-anak kalangan marginal di daerah-daerah yang memang kekurangan ekonominya. Disini, ia be...